Saya kurang berani membahas tentang bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar. sebab, saya sendiri memang kurang mengerti kaidah pokok bahasa Indonesia yang baik dan benar sekarang ini. Tetapi yang pasti, saya melihat dan membuktikan bahwa masyarakat Indonesia yang bekerja diLuar negeri terutama di Malaysia sangat kesulitan untuk berbicara menggunakan bahasa negara-nya sendiri. Bukan karna apa- apa sih, kemiripan bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu adalah salah satu sebab rancunya kata demi kata yang lama- kelamaan tertukar dengan tanpa disadari. Lebih- lebih saudara TKI/ TKW yang dalam kesehariannya selalu bersama- sama dengan Masyarakat Melayu misalnya pembantu rumah tangga yang berarti harus berbicara dengan orang Melayu yang tentunya dengan memakai bahasa Melayu. terus bagaimana sih cara untuk mempertahankan kebisa-an kita dalam berbahasa? bagaimana supaya kita tetap bisa berbahasa Indonesia dengan baik tanpa terselip logat ataupun kata- kata melayu yang biasanya berbeda letak penggunaan dan bahkan asing untuk masyarakat Indonesia yang belum pernah mendengarnya????
Sekali lagi, saya bukan pakar bahasa, cuma menurut yang saya pelajari dan teman- teman WNI cafe community pelajari, bicara menggunakan bahasa sendiri ketika ngobrol dengan orang kita sendiri ini sangat membantu untuk mempertahankan cara kita berbahasa ini. ada sebagian dari kita TKI/TKW yang bahasa keseharian di rumah (Indonesia ) saja jarang berbahasa Indonesia alias memakai bahasa daerah (Jawa contohnya) dan ketika masuk negara Malaysia tiba2 harus sering memakai bahasa Melayu untuk bahasa keseharian, maka akibat dari kasus seperti itu biasanya mereka lebih bisa berbahasa melayu ketimbang bahasa Indonesia. apakah itu salah? menurut saya tidak, tapi saya rasa akan lebih baik jika bahasa kita tidak rusak dan tetapi kita tetap bisa menyesuaikan dengan kondisi kita yang sekarang ini ( lagi di rumah orang, hehe) yang mana kita juga harus menghormati si Tuan rumah ( gitu ya? )
Intinya, mari kita jaga bahasa kita supaya tidak Rancu ( Cumbuh= jawa) dengan bahasa Melayu, sehingga ketika kita balik kampung kita tercinta nanti kita masih bisa berbahasa Indonesia ( atau bahkan Jawa/ Daerah) dengan baik dan sesuai. Bagaimana menurut anda??