Rasanya tidak habis- habisnya cerita TKI / TKW kita yang semakin hari semakin membludak.

Baru- baru ini ada banyak kasus PRT lari dari majikan ikut teman lelakinya, ada yang lari dari suaminya ( yang nnikahnya juga diMalaysia) karena si suami beristri lebih dari dua, dan berita gembira ada kawan TKI yang mendapatkan hadiah dari DIGI RM 100.000 . Wah, selamat deh !

Sebenarnya sudah lama ingin meneruskan cerita saya di Pak Petrus tentang suasana TKI/ TKW di Malaysia.

Ada kata- kata saya yang saya rasa keterlaluan dengan wawancara waktu itu, "Tapi bagi yang niat enjoy setahun rasa sedetik yang pasti tkw/tki rawan selingkuh berangkat perawan bahaya, plg bisa gak perawan. Berangkat bersuami plg bisa janda, semua ngakunya single sih! ".

Sangking banyak protes ke saya, akhirnya saya teruskan disini aja ceritanya.sebenarnya saya berani cerita kayak gitu bukan berarti ingin menjelek- jelekkan Profesi TKI/ TKW dimata masyarakat yang selama ini memang cenderung dianggap negatif. Orang saya sendiri aja TKI, hehe, akan tetapi, saya ingin berbagi pengalaman sekedar untuk membuat kita makin hati2 dan waspada. Ok?

Memang gak semua TKI/ TKW akan bersifat dan bersikap seperti itu, saya bilang kebanyakan , atau dalam bahasa yang lebih lebih gampang mayoritas. Dan ini kalah penting untuk dibahas dibanding dengan mencari sebab terjadinya tradisi selingkuh dan mengaku single, hehe !. apa sebenarnya penyebab semua itu??

Terus terang saya bukan orang lama di blantikan per- TKI- an, baru setahun lebih dikit saya keluar Indonesia.

Dari awal saya mencium kejanggalan2 pada kawan2, saudara2 pahlawan devisa disini (Malaysia) . diantaranya adalah awal saya masuk ke Malaysia, waktu itu masih sangat trend kata2 INDON disebut di Media, sekarang sudah tidak pernah saya jumpai lagi sejak Pak SBY datang "bertamu" kesini. Anehnya, diluar sana INDON diperdebatkan, tapi disini justru orang2 kita kok yang memakai kata2 tersebut untuk menyebut nama negaranya.

Kemudian beberapa lama saya disini saya baru ngerti tentang tradisi selingkuh tadi, nah… ini yang menarik !.

Dari berbagai cerita dan kesimpulan mata saya, memang terbukti TKI/ TKW disini terjangkit penyakit selingkuh ( untuk yang bersuami/ istri ) , dan banyak diantara para TKW ( terutama) banyak yang menuntut cerai dan akhirnya menjadi janda. Yang paling parah menurut saya, para gadis2 (TKW) yang waktu datang kesini masih perawan (Virgin) bisa kehilangn keperawanan disini.

Semua kasus tersebut tadi bukan diakibatkan oleh pribumi Malaysia, tapi ulah dan pergaulan intern TKI/ TKW.

Terus sebenarnya apa penyebab FAKTA tersebut?

Dari berbagai perbincangan panjang, dan penelitian kami ( TKI Café team), kesimpulan kami adalah :

  1. Jauh dari rumah, berawal dari jauh dari rumah yang kemudian masing2 individu merasa tidak lagi terikat oleh mempertahankan nama baik dan komentar tetangga dan saudara (Family) .
  2. Jauh dari keluarga, terutama mereka yang telah bersuami atau beristri, yang tentunya sesekali waktu membutuhkan kasih sayang ( biologis , Ex.) yang makin lama makin sama2 tidak terbandung. Sedangkan untuk ketemu masing2 istri atau suaminya harus pulang ke Indonesia yang belum tentu setahun sekali, bahkan ada beberapa kawan yang sampai 3/5 tahun blm pernah pulang kampong.
  3. Lemahnya Iman dan Ilmu , ini menyangkut wilayah agama, menurut saya apapun agamanya pasti mempunyai aturan tentang pergaulan lelaki perempuan, dll yang menyangkut kasus ini. Jadi lemahnya Iman dan pengetahuan agama adalah salah satu penyebab ( dasar) terjadinya perbagai kasus tersebut.
  4. Kurang waspada terhadap akibat jangka panjang. Ini terutama para gadis (TKW) yang tidak segan2 meng-ihlaskan keperawanan untuk kekasihnya disini karena merasa bebas tidak ada yang mengatur , sehingga lupa akan akibat yang bakal terjadi setelah itu.
  5. Saya belum pernah menemukan bimbingan untuk para TKI/ TKW atau tempat belajar dan berdiskusi khusus TKI/ TKW disini, sehingga sesame TKI/ TKW bisa saling mengingatkan dan saling membantu.
  6. Ini hanya kesimpulan kami sementara, mungkin ada tambahan dari para pembaca !.

Ternyata inti dari semua sebab yang kami kumpulkan, sumber masalahnya adalah kurangnya disiplin Iman dan Ilmu.

Mungkin tulisan ini awal dari kebangkitan para TKI/ TKW untuk semakin disiplin dan professional ! serta berhati2.

Eh, juga keluarga di Indonesia jangan sampai lupa dan bosan saling mengingatkan keluarga yang ada disini.

Ini bukan hal baru dan justru itulah sudah saatnya perubahan terjadi !

Bukankah begitu….????